KUTIM, — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Muara Wahau. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu menjawab keterbatasan layanan kesehatan rujukan yang selama ini dirasakan masyarakat Muara Wahau, Kongbeng, dan Telen.
Selama ini, warga di tiga kecamatan tersebut masih mengandalkan pelayanan puskesmas. Untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju RSUD Kudungga di Sangatta.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa rencana pembangunan RSUD tersebut saat ini masih berada pada tahap awal, yakni peninjauan serta pematangan lokasi di Desa Wanasari.
“Kami sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan. Saat ini fokus utama adalah memastikan kesiapan lahan sebelum melangkah ke tahap berikutnya,” ujar dr. Yuwana.
Ia menjelaskan, lahan seluas enam hektare yang akan digunakan merupakan hibah dari Pemerintah Desa Wanasari. Pemkab Kutim menargetkan proses pembersihan lahan dapat diselesaikan pada tahun 2026.
“Target kami, tahun ini lahan sudah bersih dan siap dibangun. Dengan begitu, pada 2027 konstruksi fisik rumah sakit bisa segera dimulai,” jelasnya.
Selain kesiapan fisik, Pemkab Kutim juga tengah melengkapi berbagai persyaratan administratif, salah satunya penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Menurut dr. Yuwana, dokumen tersebut menjadi tahapan krusial yang tidak bisa diabaikan.
“Pembangunan fasilitas kesehatan bukan hanya soal gedung dan pelayanan, tetapi juga harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, AMDAL harus disusun secara matang,” tegasnya.
Dari sisi pelayanan, RSUD Tipe D Muara Wahau direncanakan memiliki kapasitas awal sebanyak 50 tempat tidur. Jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, kapasitas tempat tidur akan kami tingkatkan hingga 100 unit, tentunya dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia dan peralatan medis,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya mulai merancang kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk dokter dan dokter spesialis. Dengan akses wilayah yang relatif mudah, Pemkab Kutim optimistis penempatan tenaga medis di Muara Wahau dapat terealisasi.
“Kami cukup optimistis karena lokasi Muara Wahau sangat memungkinkan untuk penempatan tenaga medis, termasuk dokter spesialis, sehingga pelayanan kesehatan bisa berjalan optimal,” ungkap dr. Yuwana.
Ia berharap pembangunan RSUD Tipe D Muara Wahau mendapat dukungan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat.
“Kami berharap rumah sakit ini benar-benar menjadi solusi atas kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman Kutai Timur,” pungkasnya. (Sakiya Yusri)











