BALIKPAPAN – Wajah ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2026 diprediksi akan semakin kokoh dengan pertumbuhan di kisaran 4,50 hingga 5,30 persen. Bank Indonesia (BI) mencatat Kota Balikpapan memegang peran krusial sebagai penopang utama pertumbuhan tersebut melalui ledakan sektor industri pengolahan dan hilirisasi strategis.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Umran Usman, mengungkapkan bahwa Balikpapan sedang mengalami transformasi struktural. Dominasi industri pengolahan di “Kota Minyak” ini diperkirakan akan semakin tajam seiring dengan beroperasinya sejumlah proyek raksasa secara optimal.
Era Hilirisasi: Dari Investasi Korea Hingga Kilang Pertamina
Optimisme BI didorong oleh mulai berproduksinya industri hilirisasi berbasis investasi asing. Salah satunya adalah proyek strategis dari investor Korea Selatan yang telah berjalan sejak awal 2025 dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun, dan diprediksi mencapai puncaknya pada 2026.
Tak hanya itu, proyek raksasa perluasan kilang Pertamina Balikpapan (Refinery Development Master Plan) juga menjadi kunci. Dengan tambahan kapasitas sekitar 100 ribu barel, kilang ini akan memperkuat posisi Balikpapan dalam rantai pasok energi dan manufaktur nasional.
”Ke depan, dominasi lapangan usaha industri pengolahan akan semakin besar karena sejumlah industri strategis sudah mulai beroperasi penuh,” ujar Umran, Kamis (29/1/2026).
Sektor Konstruksi Melandai, Digitalisasi Menguat
Menariknya, BI memproyeksikan adanya pergeseran tren. Jika sebelumnya sektor konstruksi menjadi primadona akibat pembangunan fisik kilang dan infrastruktur IKN, pada 2026 sektor ini diprediksi mulai melandai.
”Konstruksi sebelumnya tinggi karena pembangunan kilang. Begitu proyek fisik besar selesai dan ada penyesuaian anggaran pemerintah, pangsa konstruksi tidak lagi sedominan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Umran.
Sebagai gantinya, BI kini fokus mendorong digitalisasi ekonomi sebagai fondasi pertumbuhan baru. Dengan keberhasilan implementasi QRIS dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kaltim, BI ingin memastikan digitalisasi merambah hingga ke ekosistem UMKM dan sektor jasa.
Optimisme di Tengah Tantangan Global
Meski dibayangi dinamika global, ekonomi Balikpapan dinilai tetap tangguh. Sektor perdagangan, penyediaan makanan, dan minuman tetap tumbuh stabil sebagai penunjang wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bank Indonesia meyakini bahwa dengan operasional industri besar yang mulai optimal dan kesiapan fundamental digital pemerintah daerah, ekonomi Balikpapan tahun 2026 berpotensi mencatatkan kinerja yang jauh lebih impresif dibanding tahun-tahun sebelumnya.











