TANJUNG REDEB – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam membenahi konektivitas antarwilayah membuahkan hasil nyata. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mencatat capaian gemilang sepanjang tahun anggaran 2025 dengan total perbaikan jalan dan jembatan mencapai 170,987 kilometer.
Langkah masif ini diambil untuk merespons tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat serta ambisi daerah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi masa depan.
Konstruksi Berbasis Kebutuhan Lapangan
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, merinci bahwa perbaikan dilakukan dengan strategi teknis yang matang. Untuk ruas jalan dengan beban kendaraan tinggi, pihaknya menggunakan rigid pavement atau perkerasan beton yang dikenal lebih tangguh.
”Dari total penanganan, konstruksi beton mencapai 33.171 meter, aspal 26.599 meter, sementara sisanya berupa timbunan pilihan dan biasa sepanjang 87.038 meter,” ungkap Junaidi pada Senin (2/2/2026).
Tak hanya badan jalan, DPUPR juga memperkuat ketahanan infrastruktur dengan membangun 24.177 meter bangunan penunjang, mulai dari drainase, dinding penahan tanah, hingga box culvert untuk mengantisipasi genangan air dan tanah labil.
Wisata Jadi Panglima, Anggaran Diefisienkan
Di tempat terpisah, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa pembangunan akses menuju kawasan wisata tetap menjadi prioritas utama, kendati pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor.
Menurut Bupati, infrastruktur yang mumpuni adalah “karpet merah” bagi para wisatawan. Ia percaya bahwa kemudahan akses darat, yang dikombinasikan dengan pembukaan rute udara langsung ke Pulau Maratua, akan melambungkan daya tarik Berau di kancah global.
”Walaupun ada efisiensi, kita tetap cari solusi. Akses ke destinasi wisata tidak boleh dikesampingkan karena itu sektor unggulan kita. Kami bersyukur akses ke Maratua kini semakin mudah,” kata Sri Juniarsih.
Membuka Keterpencilan
Selain wisata, fokus perbaikan ini juga menyasar daerah-daerah terpencil guna memastikan pemerataan ekonomi. Bupati berharap dengan mulusnya jalan-jalan di pelosok, distribusi komoditas lokal semakin lancar dan biaya logistik masyarakat dapat ditekan.
“Pembangunan ini harus dirasakan langsung dampaknya oleh warga. Jalan raya adalah ruang hidup, dan kami pastikan setiap jengkal perbaikan ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Berau,” pungkasnya.











