UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengakui upaya percepatan digitalisasi daerah masih dihadapkan pada kendala serius, terutama dalam aspek pelaporan dan dokumentasi kinerja.
Berbagai program transformasi digital sebenarnya telah dijalankan di sejumlah sektor. Namun, implementasi tersebut belum sepenuhnya tercatat dan terlaporkan secara optimal kepada pemerintah pusat, sehingga belum tergambar utuh dalam sistem evaluasi nasional.
Dilansir dari laman resmi Prokopim Mahulu, Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, mengungkapkan hasil refleksi internal menunjukkan perlunya pembenahan menyeluruh, mulai dari proses pelaksanaan, capaian output, hingga dampak (outcome) program digitalisasi.
“Banyak hal sebenarnya sudah kami lakukan, tetapi belum seluruhnya terdokumentasi dan terlaporkan dengan baik. Akibatnya, tidak tercatat dan tidak terevaluasi secara maksimal,” ujar Stephanus.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata karena minimnya program, melainkan lemahnya sinkronisasi dan sistem pelaporan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tanpa dokumentasi yang rapi dan terintegrasi, berbagai capaian digitalisasi berisiko tidak terbaca dalam indikator penilaian kinerja daerah.
Padahal, digitalisasi keuangan dan penerapan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik menjadi indikator strategis dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah. Karena itu, dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang lebih terstruktur antar-OPD agar setiap inovasi dan program yang telah berjalan dapat terinput secara sistematis.
“Harus duduk bersama untuk melihat apa yang sudah dilakukan, apa yang belum, dan bagaimana memastikan semuanya terlaporkan dengan baik,” tegasnya.
Pembenahan tata kelola pelaporan ini dinilai krusial agar percepatan digitalisasi tidak hanya berjalan di tingkat implementasi, tetapi juga tercermin dalam penilaian resmi pemerintah pusat.
Ke depan, Pemkab Mahulu berkomitmen memperkuat integrasi data serta meningkatkan koordinasi internal, sehingga capaian digitalisasi daerah dapat lebih terukur, transparan, dan berdampak nyata.











