SANGATTA – Kesabaran masyarakat dan wakil rakyat terhadap bebasnya kendaraan besar perusahaan di jantung Kota Sangatta tampaknya sudah mencapai titik nadir. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agus Aras, melontarkan kritik pedas dan mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur untuk segera bertindak tegas menghentikan “invasi” armada operasional industri ke jalan-jalan kota.
Aktivitas truk dan bus raksasa milik perusahaan yang hilir mudik di kawasan padat penduduk dinilai bukan lagi sekadar gangguan kemacetan, melainkan ancaman nyata bagi nyawa warga.
Keselamatan Warga Tak Bisa DitawarAgus Aras, legislator dari Dapil 6 (Kutim, Berau, Bontang), menegaskan bahwa tata kota Sangatta kini berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Ruang publik yang seharusnya menjadi wilayah aman bagi pengendara motor dan pejalan kaki, justru berubah menjadi lintasan berisiko tinggi.
“Saya meminta dengan tegas agar aktivitas bus dan kendaraan operasional perusahaan di dalam Kota Sangatta segera dihentikan! Ini sangat buruk bagi tata kota dan sangat membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Agus Aras dengan nada tinggi saat ditemui di Sangatta, baru-baru ini.
Sentil Pembiaran: “Jangan Tunggu Nyawa Melayang Lagi!”
Agus menyayangkan adanya kesan pembiaran selama ini. Ia menyoroti rentetan insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan perusahaan dan telah memakan korban jiwa. Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dishub tidak boleh lagi menutup mata atau memberi kelonggaran kepada kepentingan industri di atas keselamatan publik.
“Sudah sering sekali kejadian yang memakan korban. Jangan sampai kita terus menunggu jatuhnya korban berikutnya baru bertindak. Jangan lagi beri keleluasaan bagi mereka (kendaraan perusahaan) lalu-lalang setiap saat. Masyarakat luas yang dirugikan,” tegasnya.











