PENAJAM – Kinerja investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, masih sangat dipengaruhi geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketergantungan tersebut membuat realisasi investasi di daerah ini ikut melemah ketika aktivitas pembangunan infrastruktur IKN melambat.
Situasi itu tercermin dari capaian investasi PPU sepanjang 2025 yang belum menggembirakan. Penurunan intensitas pembangunan di kawasan IKN berdampak langsung pada anjloknya nilai investasi yang masuk ke wilayah penyangga ibu kota negara tersebut.
Aktivitas IKN Menurun, Investasi Ikut Tertekan
Sepanjang 2025, realisasi investasi PPU baru mencapai sekitar 33 persen dari target Rp4,5 triliun. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, ketika proyek-proyek infrastruktur IKN masih menjadi penopang utama investasi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Nurlaila, menjelaskan bahwa pada 2024 lalu kontribusi investasi terbesar berasal dari pembangunan infrastruktur IKN yang secara administratif masih tercatat di wilayah PPU.
“Pada 2024, investasi dari pembangunan infrastruktur IKN sangat besar. Bahkan realisasinya mencapai 145 persen karena laporan investasinya masih masuk ke daerah,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Namun, memasuki 2025, aktivitas pembangunan infrastruktur IKN mengalami penurunan signifikan. Dampaknya langsung terasa pada laporan realisasi investasi perusahaan yang tidak lagi mampu mendongkrak capaian target seperti tahun sebelumnya.
Minim Laporan LKPM Jadi Faktor Penghambat
Penurunan capaian investasi juga diperparah oleh minimnya penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari para pelaku usaha. Akibatnya, sejumlah aktivitas investasi yang sebenarnya terjadi di lapangan tidak tercatat dalam sistem.
“Kalau tidak ada laporan, otomatis realisasi investasinya tidak terdata,” jelas Nurlaila.
Sebagai perbandingan, pada 2024 realisasi investasi PPU mencapai Rp2,5 triliun atau melonjak hingga 145 persen dari target. Sementara pada 2025, hingga akhir tahun, investasi yang tercatat baru menyentuh 33 persen dari target Rp4,5 triliun.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat pembangunan infrastruktur IKN sebelumnya menjadi motor utama pertumbuhan investasi di Penajam Paser Utara.
Menteri PU Tegaskan IKN Tetap Berlanjut
Di tengah kekhawatiran perlambatan investasi, pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan IKN sesuai tahapan yang telah direncanakan. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah memastikan proyek strategis nasional tersebut tetap berjalan secara konsisten dan terukur.
Penegasan itu disampaikan langsung Menteri PU Dody Hanggodo saat menutup rangkaian kunjungan kerjanya di kawasan IKN, Selasa (13/1/2026), yang ditandai dengan penanaman pohon Bungur di Plaza Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol penerapan konsep forest city.
“Kementerian PU terus memberikan dukungan penuh, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dasar dan pendukung kawasan pemerintahan,” kata Dody, Rabu (14/1/2026).
Ia menegaskan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana dengan fokus pada kualitas infrastruktur utama maupun pendukung. Dody juga mengajak masyarakat serta investor untuk tidak ragu terhadap keberlanjutan proyek tersebut.
“Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen kuat agar IKN siap berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota politik nasional,” tegasnya.
Menurut Dody, pembangunan IKN tidak hanya diarahkan sebagai pusat administrasi negara, tetapi juga sebagai kota modern yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi masa depan.











