Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru dan penyediaan kuliah gratis menjadi strategi utama untuk mengangkat mutu pendidikan di daerah tersebut.
“Kalau bicara prioritas pendidikan, jawabannya cuma satu: guru. Program sehebat apa pun tetap akan bergantung pada para pengajarnya,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, di Samarinda, Sabtu.
Armin mencontohkan bahwa negara-negara maju seperti Singapura, Malaysia, hingga Australia selalu menempatkan guru sebagai tolok ukur utama keberhasilan pembangunan pendidikan. Menurutnya, tidak ada gunanya menghadirkan kurikulum modern atau sistem digital supercanggih jika kualitas dan kesejahteraan guru—sebagai ujung tombak di lapangan—tidak benar-benar diperhatikan.
Untuk itu, Pemprov Kaltim meluncurkan Program Jaspol, yaitu bantuan keuangan kepada kabupaten dan kota guna menambah insentif bagi guru TK, PAUD, SD, SMP, hingga MTs. Saat ini, insentif tambahan sebesar Rp500 ribu per bulan sudah berjalan, dan rencananya akan naik menjadi Rp1 juta tahun depan, mengikuti perkembangan kondisi keuangan daerah.
Tak hanya itu, lewat kebijakan Gratispol, pemerintah daerah juga menanggung biaya kuliah mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3 bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di wilayah Kaltim—termasuk untuk peningkatan kapasitas guru hingga level pascasarjana.











