SAMARINDA – Jembatan Mahakam IV kini tak lagi sekadar jalur penghubung, melainkan panggung ketegangan. Kebijakan pembatasan jam operasional bagi kendaraan berat yang baru saja diberlakukan memicu bara protes dari kalangan sopir truk dan pelaku logistik. Di sisi lain, otoritas berdiri kaku pada satu alasan mutlak: Keselamatan.
Bagi para sopir truk, waktu adalah uang. Pembatasan melintas yang hanya memperbolehkan kendaraan di atas 8 ton lewat pada pukul 22.00 hingga 05.00 WITA dianggap mencekik distribusi logistik harian. Namun, DPRD Kalimantan Timur memastikan bahwa aturan ini bukan untuk mempersulit nafkah warga, melainkan untuk menjaga agar jembatan tidak “patah” di tengah jalan.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengungkapkan fakta yang cukup mencemaskan. Kondisi struktur jembatan saat ini dilaporkan mengalami pergeseran yang membuatnya tidak aman jika terus-menerus memikul beban tonase tinggi.
”Dalam UU Perhubungan, keselamatan adalah hukum tertinggi. Kondisinya sekarang dinyatakan kurang safety. Kalau jembatan itu roboh karena kita abai pada standar, siapa yang mau bertanggung jawab atas nyawa yang melayang?” tegas Sabaruddin dengan nada getir, Jumat (30/1/2026).
Beliau juga menambahkan bahwa batasan tinggi kendaraan 2,45 meter adalah langkah proteksi agar beban tidak melebihi ambang batas kritis selama masa perbaikan struktur berlangsung.
Salah satu ketakutan terbesar masyarakat adalah melonjaknya harga pangan akibat distribusi yang terhambat. Namun, DPRD Kaltim menepis kekhawatiran tersebut. Selama jembatan masih dibuka pada malam hari (sistem buka-tutup), arus barang dianggap masih bisa mengalir meski melambat.
”Dampaknya mungkin ada, tapi tidak signifikan karena tidak ditutup total. Ini adalah fase transisi sampai perbaikan struktur selesai dan jembatan dinyatakan layak kembali,” tambahnya.
PANDUAN RUTE: Agar Tak Terjebak Macet
Pemerintah telah menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai kompensasi dari pembatasan ini. Catat rutenya:
Rute Samarinda Kota → Samarinda Seberang:
Jl. Ir. Sutami → Jl. Slamet Riyadi → Patung Pesut → Jl. Untung Suropati → Jembatan Mahakam IV → Jl. APT Pranoto.
Rute Samarinda Seberang → Samarinda Kota:
Stadion Palaran → Jl. Rifadin → Jl. KH Harun Nafsi → Jl. APT Pranoto → Jembatan Mahakam IV → Putar balik Jl. Slamet Riyadi.











