Radar Nusantara, Samarinda — Silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Forum Komunikasi Pemuda Kutai Utara menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan.
Pertemuan tersebut menjelma ruang konsolidasi lintas kecamatan, tempat gagasan tentang masa depan kawasan utara kembali dirawat dan diperkuat.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para pemuda dari berbagai wilayah duduk bersama, menyatukan pandangan mengenai arah perjuangan daerah.
Diskusi yang mengalir santai namun substantif menegaskan bahwa kebersamaan adalah fondasi penting sebelum melangkah pada agenda strategis.
Koordinator forum, Angga Gilang Permadi, menyebut momentum ini sebagai langkah merawat energi kolektif generasi muda yang selama ini tersebar di berbagai ruang aktivitas.
“Kebersamaan seperti ini adalah fondasi. Sebelum berbicara jauh tentang agenda besar daerah, kita perlu merawat persatuan dan komunikasi antar pemuda di setiap kecamatan,” ujarnya.
Menurut Gilang, forum hadir sebagai simpul yang menyatukan potensi agar bergerak dalam arah yang sama, sekaligus membuka ruang dialog yang setara bagi pemuda untuk membangun kesadaran bersama.
“Kami ingin membangun ruang bersama agar pemuda saling terhubung, saling menguatkan, dan memiliki kesadaran yang sama tentang masa depan wilayah,” tambahnya.
Dari ruang diskusi tersebut, wacana pembentukan Kutai Utara kembali mengemuka.
Gagasan yang telah lama diperjuangkan lintas generasi itu dinilai tetap relevan sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan tata kelola wilayah yang lebih efektif.
“Narasi Kutai Utara lahir dari realitas kebutuhan wilayah. Ini bukan sekadar agenda politik, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan pembangunan yang lebih merata,” tegasnya.

Kehadiran tokoh pemuda Heru Dwi Ari Sumboro, S.T. turut memperkaya perspektif forum. Ia merupakan figur muda yang konsisten berada di barisan gerakan kepemudaan kawasan utara Kutai Timur sejak 2016, saat menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Wahau–Kongbeng.
Sejak saat itu hingga kini, Heru aktif membersamai berbagai inisiatif sosial dan gerakan kolektif yang berorientasi pada kemajuan daerah. Ia pun mengapresiasi langkah konsolidasi yang digagas generasi muda melalui forum tersebut.
“Gagasan besar pasti menghadapi pasang surut. Karena itu yang paling penting adalah konsistensi dan komitmen menjaga tujuan bersama,” ujarnya.
Heru menegaskan komitmennya untuk terus berjalan bersama kalangan muda selama perjuangan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.
“Saya akan selalu siap memberikan dukungan dan membersamai langkah kawan-kawan muda, selama yang kita bicarakan adalah kemajuan daerah,” tegasnya.
Pandangan senada disampaikan pemuda asal Muara Ancalong, Achmad Fawwaz Albani, yang kini menjabat Ketua HMI Cabang Samarinda dan merupakan demisioner BEM FISIP UWGM. Ia menyoroti kesiapan sumber daya manusia generasi muda daerah yang dinilainya memiliki daya saing kuat.
Menurutnya, banyak putra daerah yang saat ini mengisi posisi strategis di berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Samarinda, menjadi bukti bahwa kualitas generasi muda Kutai Utara mampu bersaing di level yang lebih luas.
“Melalui forum seperti ini, kita bisa merajut kembali kawan-kawan yang punya gagasan dan kemampuan, untuk bersama-sama mendorong percepatan pembangunan serta perjuangan pemekaran Kutai Utara,” ujarnya.
Forum ini menegaskan posisinya sebagai ruang edukasi publik dan penguat kesadaran kolektif, bukan kendaraan politik praktis.
Ke depan, konsolidasi pemuda akan berlanjut melalui diskusi tematik, penguatan literasi kebijakan daerah, serta perluasan jejaring komunikasi antarwilayah.
Silaturahmi dan buka bersama tersebut menjadi penanda bahwa kebersamaan tidak berhenti pada seremoni, melainkan tumbuh menjadi ikhtiar bersama merawat gagasan dan menyiapkan arah masa depan daerah.











