KUTAI KARTANEGARA, – Upaya merealisasikan pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus menunjukkan progres signifikan. Komunikasi lintas daerah kini berlangsung semakin intens, bahkan pembahasan teknis mengenai ruas dan trase jalan telah dikonsultasikan secara bersama.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubar dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Ia menyebut, belum lama ini sejumlah anggota DPRD Kubar mendatangi Dinas PU Kukar untuk membahas rencana tersebut.
“Sudah ada diskusi, termasuk soal ruas dan trase. Semua sudah kami komunikasikan dengan Pemkab Kubar untuk dikolaborasikan bersama,” ujar Wiyono, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurutnya, pembahasan proyek ini tidak lagi sebatas wacana. Tim teknis telah mengkaji jalur paling efektif, menghitung kebutuhan konstruksi, hingga memetakan potensi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat di dua kabupaten yang akan terhubung.
Wiyono memastikan, rencana pembangunan jalan ini telah diketahui dan mendapat perhatian berbagai pihak, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Proyek tersebut diproyeksikan membawa perubahan besar, terutama dalam memangkas jarak tempuh yang selama ini dinilai terlalu jauh.
“Kalau terealisasi, jaraknya bisa terpangkas sekitar 100 kilometer. Itu setara kurang lebih tiga jam perjalanan. Bayangkan efisiensi BBM dan waktu yang bisa dihemat,” tegasnya.
Pemangkasan jarak tersebut diyakini berdampak langsung pada masyarakat, khususnya pelaku usaha, sopir angkutan barang, hingga warga yang memiliki kepentingan administratif dan ekonomi di kedua wilayah. Mobilitas yang lebih cepat akan memperlancar aktivitas harian dan menekan biaya operasional.
Lebih jauh, proyek ini dirancang dengan perspektif jangka panjang. Jalan yang dibangun nantinya tidak hanya menjadi penghubung utama, tetapi juga jalur alternatif strategis yang membuka akses bagi wilayah-wilayah yang selama ini relatif terisolasi.
“Prinsipnya kami siap berkolaborasi dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan. Manfaatnya akan dirasakan luas oleh masyarakat,” tandas Wiyono.
Sebelumnya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin telah menyatakan komitmen bersama terkait pembangunan jalan alternatif Kukar–Kubar yang dikenal sebagai rute Akasia.
Aulia menjelaskan, koordinasi sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami sudah berkoordinasi, dan kemarin berdiskusi langsung dengan Pak Gubernur terkait rencana jalan Kukar–Kubar ini,” ujar Aulia pada Selasa, 10 Februari 2026.











