BONTANG – Mimpi warga Kampung Timur, RT 1, Kelurahan Kanaan untuk merasakan mulusnya aspal di “Kota Taman” tampaknya masih harus disimpan rapat-rapat. Meski sudah masuk radar prioritas pemerintah, proyek semenisasi jalan sepanjang 782 meter tersebut resmi tertunda akibat kondisi keuangan daerah yang sedang tidak sehat.
Kepala Dinas PUPR Bontang, Much Edy Prabowo, mengungkapkan bahwa perencanaan teknis sebenarnya sudah matang. Namun, proyek senilai Rp8 miliar ini terpaksa “parkir” karena terpangkasnya anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat yang memicu defisit fiskal.
”Perencanaannya sudah siap, mencakup jalan selebar 7 meter hingga bahu jalannya. Tapi bukan sekarang pengerjaannya. Kami harus melihat perkembangan APBD ke depan,” ujar Edy saat ditemui di Rujab Wali Kota, Selasa (10/2/2026).
Ironisnya, fakta di lapangan menunjukkan kontras yang tajam. Hasil sidak Komisi C DPRD Bontang sebelumnya mendapati kondisi jalan yang masih berupa tanah merah dan rusak parah—sebuah pemandangan yang dianggap tak pantas ada di tengah kemajuan Kota Bontang. Para legislator mendesak perbaikan total, termasuk drainase, agar warga tak lagi terkepung lumpur saat hujan dan “makan” debu saat kemarau.
Namun bagi Pemkot, komitmen saja tak cukup tanpa amunisi dana. Kini, warga Kampung Timur hanya bisa berharap APBD 2027 membawa kabar lebih baik bagi mobilitas mereka.











