Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Sunggono, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus merangkul pemerintah desa untuk benar-benar mewujudkan swasembada pangan. Alasannya jelas: desa memiliki Dana Desa yang mewajibkan sedikitnya 20 persen dialokasikan untuk penguatan ketahanan pangan.
“Program ketahanan pangan daerah harus berjalan seirama dengan desa. Ada regulasi yang memandatkan desa mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan, dan ini harus dimaksimalkan,” ujar Sunggono di Tenggarong, Senin.
Selama ini Kukar memang dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur, tetapi Sunggono ingin lebih. Ia berharap produksi pangan daerah terus melesat, bukan hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu memasok daerah lain, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini menjadi mitra strategis Kukar.
Gambaran besarnya terlihat dari data produksi padi 2023: Kaltim mencatat 215.290,58 ton gabah kering giling (GKG), dan Kukar menjadi penyumbang terbesar dengan 106.411,09 ton. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Penajam Paser Utara dengan 44.123,19 ton. Tren ini berlanjut pada 2024, ketika Kukar kembali mendominasi dengan kontribusi 50,71 persen produksi padi se-Kaltim—dari total 57.143,29 hektare luas panen, Kukar mengelola 26.744,87 hektare dan menghasilkan 115,10 ribu ton GKG.
Mandat pengalokasian 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan sendiri tertuang dalam Keputusan Menteri Desa dan PDT Nomor 3 Tahun 2025. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi pangan di tingkat lokal, memperbaiki kualitas pangan, dan memperluas ragam pangan yang dihasilkan desa.
Saat membuka Rakor Ketahanan Pangan di Tenggarong, Sunggono menambahkan bahwa bila kerja sama desa dan pemda terbangun kuat, sebagian beban pemda dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah pedesaan dapat berkurang. Dengan begitu, pemda bisa lebih fokus memperkuat ketahanan pangan di wilayah kelurahan.
Ia juga mengajak semua elemen—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, lembaga masyarakat, hingga warga—untuk bergerak bersama memperkuat fondasi pangan daerah.
“Sinergi dan kolaborasi yang baik akan mendorong Kukar mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan, dari tingkat daerah hingga ke rumah tangga,” tegas Sunggono.











