SANGATTA, KALTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai menggeser arah kebijakan transportasi pelajar ke jalur yang lebih hijau. Secara bertahap, angkutan sekolah berbasis listrik dihadirkan sebagai solusi masa depan—bukan hanya untuk menekan emisi karbon, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan meredam kemacetan di jam sibuk.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kehadiran bus listrik ini bukan sekadar inovasi, melainkan bagian dari komitmen serius pemerintah daerah dalam menciptakan sistem transportasi yang ramah lingkungan, aman, dan nyaman bagi pelajar. “Ini langkah konkret untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih bersih sekaligus meningkatkan keselamatan siswa saat berangkat dan pulang sekolah,” ujarnya di Sangatta.
Lebih dari itu, program ini juga dirancang untuk meringankan beban orang tua yang selama ini harus mengantar-jemput anak mereka setiap hari. Dengan adanya layanan ini, kebutuhan mobilitas pelajar diharapkan dapat terpenuhi secara efisien dan terjangkau.
Saat ini, satu unit bus listrik berkapasitas 30 penumpang telah mulai diuji coba setelah resmi diluncurkan awal pekan ini. Meski baru tahap awal, pemerintah memastikan penambahan armada akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, serta kebutuhan di berbagai wilayah Kutai Timur.
Antusiasme langsung terlihat dari para siswa, orang tua, hingga pihak sekolah yang menyambut positif kehadiran transportasi modern ini. Selain memberikan kenyamanan, bus listrik juga diyakini mampu menjadi solusi untuk menekan kepadatan lalu lintas dan polusi udara, khususnya di kawasan perkotaan seperti Sangatta.
Namun demikian, Ardiansyah mengakui bahwa tantangan geografis Kutai Timur yang luas dan berbukit, serta belum meratanya infrastruktur pendukung, menjadi pertimbangan penting. Untuk wilayah tertentu, penggunaan bus berbahan bakar minyak seperti bus mini masih akan menjadi opsi ke depan.
“Kondisi wilayah kita menuntut solusi yang adaptif. Yang terpenting adalah memastikan seluruh pelajar di Kutai Timur mendapatkan akses transportasi yang aman dan layak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, menyebut program ini merupakan bagian dari realisasi 50 program unggulan Pemkab Kutim. Ia menjelaskan bahwa pengadaan bus listrik merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, di mana Disdikbud bertindak sebagai penyedia manfaat, sementara operasional teknis ditangani oleh Dinas Perhubungan.
“Program ini sudah dirancang sejak 2024, dan tahun ini akhirnya bisa diwujudkan. Ini langkah maju untuk dunia pendidikan sekaligus lingkungan,” jelasnya.
Sebagai tahap awal, uji coba operasional bus listrik akan difokuskan untuk melayani pelajar SMA Negeri 2 Sangatta Utara yang selama ini belum terjangkau angkutan umum. Rute yang dilalui dimulai dari kawasan Hotel Pinang menuju sekolah, dan akan terus dievaluasi agar berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.











