SANGATTA – Polres Kutai Timur (Kutim) mengoptimalkan Command Center sebagai pusat kendali untuk memantau sekaligus merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara cepat dan terpadu. Fasilitas ini menjadi simpul utama pengelolaan informasi yang mampu mengawasi sejumlah titik rawan karhutla di wilayah Kutim.
Didukung sistem digital yang saling terhubung, petugas dapat menerima laporan masyarakat melalui layanan 110, memantau kondisi lapangan lewat jaringan CCTV, hingga mendeteksi potensi kebakaran secara real time. Melalui layar pemantauan yang terkoneksi dengan berbagai titik strategis, kemunculan asap maupun titik api dapat teridentifikasi lebih awal.
Dengan deteksi dini tersebut, petugas dapat segera berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk melakukan penanganan cepat sebelum api meluas. Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, terutama saat kondisi cuaca rentan memicu kebakaran.
“Command Center ini kami gunakan untuk memantau langsung dinamika karhutla di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, teknologi tersebut memungkinkan pihaknya mengetahui kemunculan titik api lebih cepat sehingga pengerahan personel dapat dilakukan secara sigap. Selain itu, sistem ini juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan instansi terkait dalam penanganan karhutla.
“Setiap informasi yang masuk bisa langsung dianalisis dan ditindaklanjuti secara cepat dan akurat,” jelasnya.
Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat upaya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana. Dengan sistem terintegrasi, Polres Kutim tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan dan perlindungan masyarakat.
“Ini bagian dari transformasi yang terus kami kembangkan. Ke depan, Command Center diharapkan menjadi pusat informasi terpadu yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat dalam penanganan karhutla serta menekan potensi kebakaran, sehingga masyarakat merasa lebih aman di tengah ancaman musim kemarau,” pungkasnya.











