BALIKPAPAN – Dengan luas kawasan yang dikelola, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat sekitar. Yayasan ini memberikan kesempatan kepada warga untuk turut memanfaatkan lahan melalui kegiatan penanaman, dengan jenis tanaman yang telah disepakati bersama.
Fokusnya adalah tanaman yang sejalan dengan kebutuhan konservasi BOSF, terutama tanaman buah yang dapat menunjang pakan satwa di Samboja Lestari. Menariknya, hasil panen tersebut juga memiliki nilai ekonomi karena bisa dipasarkan.
“Potensinya sangat besar. Kebutuhan buah di Samboja Lestari saja bisa mencapai sekitar satu ton per hari untuk pakan satwa. Ini tentu bisa dipenuhi oleh masyarakat. Bahkan, sebagian warga di Kelurahan Karya Merdeka sudah menjalin kerja sama yang difasilitasi pihak kelurahan,” ujar Manajer Program Regional Kalimantan Timur BOSF, Aldrianto Priadjati.
Tak hanya itu, masyarakat juga diberi peluang memanfaatkan pohon aren yang tumbuh di sekitar kawasan hutan. Nira yang dihasilkan dapat diambil tanpa biaya dan kemudian diolah atau dijual untuk menambah penghasilan.
Aldrianto menjelaskan, warga hanya diminta untuk melaporkan jumlah produksi nira yang diperoleh setiap hari sebagai bagian dari pendataan. “Kami hanya butuh datanya saja, tidak ada pungutan biaya apa pun,” tegasnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, BOSF juga aktif menjalankan program edukasi lingkungan di Samboja Lestari. Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar SD hingga SMA, hingga kelompok ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM lokal.
Ia menegaskan, Samboja Lestari bukan destinasi wisata umum, melainkan pusat edukasi dan konservasi. Oleh karena itu, setiap kunjungan harus melalui izin resmi, serta tetap menjaga kebersihan dan tidak memberi makan satwa secara sembarangan.
“Harapan kami, informasi yang disampaikan media bisa menjadi penghubung antara yayasan dan masyarakat. Kami juga ingin mendorong sinergi dengan Kementerian Transmigrasi, dinas terkait, hingga Otorita IKN untuk bersama-sama menjaga kelestarian satwa Kalimantan,” tutup Aldrianto.











