KUBAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kembali menggulirkan penyegaran besar di lingkungan birokrasi. Sebanyak 85 pejabat administrator dan pengawas resmi dilantik dalam rotasi jabatan yang berlangsung di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Jumat (8/5/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Kubar, Frederick Edwin. Pergeseran jabatan tersebut meliputi pejabat eselon II.b hingga IV.b yang tersebar di sejumlah OPD, kecamatan, kelurahan hingga UPTD.
Dalam sambutannya, Frederick menjelaskan langkah itu diambil untuk mengisi sejumlah posisi yang kosong setelah pejabat sebelumnya memasuki masa purnabakti. Ia menegaskan, pengisian jabatan penting dilakukan agar roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal.
“Pelantikan hari ini dilakukan untuk memastikan kekosongan jabatan segera terisi sehingga pelayanan publik tetap maksimal,” ujarnya.
Menurut Frederick, rotasi dan mutasi bukan hanya sebatas pergantian posisi, melainkan bagian dari strategi memperkuat birokrasi sekaligus meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan.
“Mutasi ini menjadi momentum penyegaran organisasi, memperluas pengalaman aparatur dan memperkuat kapasitas birokrasi daerah,” katanya.
Ia juga meminta para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja cepat, adaptif dan profesional dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tantangan pembangunan yang semakin dinamis, kata dia, membutuhkan birokrasi yang efektif dan inovatif.
“Saya berharap seluruh pejabat mampu menghadirkan gagasan, inovasi dan solusi nyata demi mempercepat pembangunan Kutai Barat,” tegas Frederick.
Selain itu, ia menyoroti realisasi fisik dan keuangan daerah yang dinilai masih belum maksimal memasuki pertengahan triwulan II tahun anggaran 2026. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi dan mempercepat pelaksanaan program prioritas.
“Jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, disiplin, profesional dan tetap menjaga integritas,” pesannya.
Dalam rotasi kali ini, sejumlah jabatan strategis turut bergeser. Petrus dipercaya memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ireneus Rafael Yent dilantik sebagai Sekretaris Dinas PUPR, sedangkan Erlinsiana dipercaya menjabat Sekretaris BKAD.
Veronita kini mengisi posisi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Novelistina menjadi Sekretaris Bapenda dan Ayanlia dipercaya sebagai Sekretaris Disdukcapil.
Di tingkat kewilayahan, Putu Budiasa resmi menjabat Camat Bongan, Gusti Muhammad Padli dipercaya sebagai Camat Muara Lawa dan Edy Murhandi memimpin Kecamatan Penyinggahan.
Pada sektor kesehatan, Marisye Christantia dilantik sebagai Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar. Sementara Darius Kamuntik dipercaya menjabat Kepala Bagian Kerjasama Setkab dan Seki menjadi Sekretaris Dinas Pariwisata.
Perombakan juga menyasar sejumlah posisi kepala bidang. Lesman Daniel Manduarara dipercaya sebagai Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil, Efrain Imanuel menjabat Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR dan Jamri dipercaya memimpin Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Penegakan Perda Satpol PP.
Yesi Alexander dilantik sebagai Kabid Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Deddy Manze dipercaya sebagai Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP, sedangkan I Nyoman Sumahardika menjabat Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes.
Darsoni dipercaya memimpin Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Ekonomi Kampung, sementara Sapto Raharjo dilantik sebagai Sekretaris Kecamatan Damai.
Di BPBD, Suwalas Daya Guna dipercaya menjabat Kabid Kedaruratan dan Logistik. Agustan Setia dilantik sebagai Kabid Cipta Karya Dinas PUPR dan Andre Fernanda dipercaya menjadi Sekretaris Diskominfo.
Selain jajaran administrator, rotasi juga menyentuh pejabat pengawas di berbagai perangkat daerah. Sejumlah kepala UPTD, kasubbag, kepala seksi hingga lurah mendapatkan amanah baru dalam perombakan birokrasi tersebut.
Dari total 85 pejabat yang dilantik, terdiri atas satu pejabat eselon II.b, 12 pejabat eselon III.a, 24 pejabat eselon III.b, 33 pejabat eselon IV.a dan 15 pejabat eselon IV.b.
Frederick berharap mutasi dan promosi jabatan ini dapat memperkuat kualitas pelayanan publik serta meningkatkan efektivitas kerja pemerintahan daerah.
“Bangun sinergi, koordinasi dan komunikasi yang solid antar perangkat daerah agar program pembangunan berjalan efektif, terarah dan berkelanjutan,” tandasnya.











