SAMARINDA — Di tengah mencuatnya rencana aksi demonstrasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur justru menggelar pertemuan dengan ratusan organisasi kemasyarakatan (Ormas).
Sebanyak 100 Ormas, masing-masing mengirimkan tiga perwakilan, diundang dalam agenda bertajuk Silaturahmi dan Coffee Morning Pemerintah Daerah bersama Organisasi Kemasyarakatan yang berlangsung pada Senin, 13 April 2026.
Namun, kegiatan tersebut tak lepas dari sorotan publik. Sejumlah pihak menilai pertemuan itu sarat kepentingan, bahkan muncul dugaan bahwa agenda tersebut merupakan langkah untuk meredam rencana aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Samarinda.
Menanggapi spekulasi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Frananta Filifus Sembiring, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan agenda demonstrasi.
“Pertemuan ini tidak ada hubungannya dengan demo. Sama sekali tidak,” tegasnya kepada awak media usai acara.
Arih mengaku heran dengan munculnya anggapan yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan rencana aksi massa. Meski begitu, ia tetap menghormati berbagai pandangan yang berkembang di masyarakat.
“Saya juga bingung kenapa dikaitkan seperti itu. Tapi ya tidak apa-apa, itu hak teman-teman untuk berpendapat,” ujarnya.
Ia pun berulang kali menekankan bahwa tidak ada niat dari pemerintah untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai upaya meredam aksi demonstrasi.
“Jujur, tidak ada sedikit pun niat untuk meredam demo. Saya bahkan tidak memahami kenapa bisa dikaitkan ke sana,” lanjutnya.
Menurut Arih, rencana mengumpulkan Ormas sebenarnya sudah ada sejak awal dirinya menjabat, sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan membahas arah pembangunan daerah ke depan.
“Sejak saya dilantik, memang sudah saya rencanakan pertemuan seperti ini,” jelasnya.
Terkait keterbukaan acara, ia memastikan kegiatan tersebut terbuka bagi Ormas. Namun, keterbatasan kapasitas ruangan membuat tidak semua pihak dapat terakomodasi.











